Zakat Sedekah Wakaf

×
Masuk
Daftar
×

Menu

Home Tentang Kami Program Laporan Mitra Kami Kabar Daqu Sedekah Barang

Mulai #CeritaBaik Kamu Sekarang

Rekening Zakat Rekening Sedekah Rekening Wakaf

Alamat

Graha Daarul Qur'an
Kawasan Bisnis CBD Ciledug Blok A3 No.21
Jl. Hos Cokroaminoto
Karang Tengah - Tangerang 15157 List kantor cabang

Bantuan

Call Center : 021 7345 3000
SMS/WA Center : 0817 019 8828
Email Center : [email protected]

Tata Cara Salat Idul Fitri Dirumahaja

20 May 2020
Image

Oleh Dewan Syariah PPPA Daarul Qur'an KH Ahmad Kosasih

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berikut saya ingin sampaikan tutorial atau arahan melaksanakan salat Idul Fitri di rumah. Bagi bapak maupun ibu yang ingin melaksanakan salat Idul Fitri di rumah, saya sampaikan beberapa arahan dan maklumat tentang pelaksanaannya.

Salat Idul Fitri itu hukumnya sunnat muakkad. Artinya sunnat muakkad, ibadah yang rutin dikerjakan oleh Nabi Saw tetapi bukan sebuah kewajiban. Maka apabila kita melaksanakannya mendapat pahala yang besar, baik melaksanakannya di rumah maupun di masjid, atau di musala, atau di tanah lapang. Tetapi apabila tidak sempat atau terhalang sehingga tidak bisa mengerjakan salat Idul Fitri, maka jangan risau dan jangan gusar. Sebab tidak berdosa hanya kehilangan pahala salat Idul Fitri saja. Oleh karena itu, Alhamdullillah, sekalipun diantara kita tidak sempat melaksanakan salat Idul Fitri di masjid, di musala, insya Allah kita masih punya kesempatan untuk melaksanakannya di rumah masing-masing, baik dilaksanakan sendiri karena tidak ada orang lain di rumah atau secara berjamaah di rumah. Apabila secara berjamaah, maka tentunya yang menjadi imam adalah kaum laki-laki, baik itu orang tua, bapak maupaun anak lakinya. Apabila di rumah tidak ada kaum bapak, tidak ada anak laki yang sudah mumayyiz yang sudah diatas 10 tahun, maka silakan ibu-ibu ataupun kaum wanita untuk melaksanakannya di rumah dengan diimami oleh salah seorang wanita yang dianggap paling baik, paling bagus bacaan surahnya. 

Pelaksanaan salat Idul Fitri itu mempunyai tiga cara. Cara pertama atau tingkatan yang paling rendah adalah dilaksanakan salat Idul Fitri itu sama seperti salat-salat sunnat yang lain, yaitu dua rakaat. Hanya dibedakan dengan niat saja.

Cara Pertama

  1. Niatnya, "Usholli sunnatal i'dil fitri rakataini lillahi ta'ala", dengan bahasa kita di dalam, "Saya niat melaksanakan salat Idul Fitri dua rakaat karena Allah ta'ala".
  2. Kemudian baca doa iftitah, lalu baca Al-Fatihah.
  3. Kemudian membaca salah satu surah, baik membaca surah Al-'Ala "Sabbihis marabbikal a'la" atapun membaca "Qul yaa ayyuhal kaafirun" di rakaat pertama. Silakan dipilih salah satunya yang sudah dihafal.
  4. Kemudian setelah selesai membaca surat lalu rukuk, i'tidal, sujud seperti biasa duduk diantara dua sujud. Sujud kedua, kemudian bangkit lagi untuk rakaat kedua. 
  5. Rakaat kedua langsung membaca Al-Fatihah.
  6. Kemudian selesai Al-Fatihah, membaca surat pilihan. Kalau tadi pada rakaat pertama membaca surah Al-'Ala maka di rakaat kedua di sunnatkan membaca Al-Ghasyiyah, "Hal ataa ka khadiitsul ghaasyiyah". Sementara kalau di rakaat pertama tadi membaca Al-Kafirun "Qul yaa ayyuhal kaafirun", maka di rakaat kedua disunnatkan membaca Al-Ikhlas "qul huwallaahu ahad", dan seterusnya.

Nah itu cara pertama, cara yang boleh dilaksanakan dan sah sebagai salat Idul Fitri. Waktunya salat Idul Fitri adalah sama seperti masuk waktu Dhuha. Jadi kalau diperkirakan dengan tanda waktu saat ini, kita sudah bisa melaksanakan salat Idul Fitri sekitar jam 6.20 atau jam 6.30, sudah masuk waktu salat Idul Fitri. 

Cara Kedua

  1. Niat, "Usholli sunnatal li'idil fitri rakataini lillahi ta'ala," dalam hati kita niatnya, "Aku niat melaksanakan salat Idul Fitri dua rakaat".
  2. Setelah takbiratul ihram yang dibarengi dengan niat di dalam hati, kemudian mulai membaca tasbih "Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar" secara sirr atau secara tidak terdengar, lalu takbir Allahu akbar.
  3. Baca lagi tasbih "Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar" Allahu akbar. Berulang ulang tasbih dan takbir sebanyak 7 kali.
  4. Lalu setelah selesai tasbih dan takbir 7 kali, membaca Al-Fatihah.
  5. Kemudian setelah Al-Fatihah, membaca salah satu surah seperti tadi pada cara yang pertama surah Al-'Ala atau surah Al-Kafirun.
  6. Kemudian selesai dari pada surah tadi rukuk, i'tidal, sujud kemudian duduk diantara dua sujud, sujud lagi dan bangun dari sujud.
  7. Lalu masuk rakaat kedua langsung membaca tasbih lagi, "Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar" di baca berulang-ulang sampai 5 kali dan dibacanya sirr kecuali takbir "Allahu akbar".
  8. Lalu setelah tasbih takbir 5 kali pada rakaat kedua langsung membaca Al-Fatihah.
  9. Selesai Al-Fatihah, membaca salah satu surat. Suratnya kalau tadi pada rakaat pertama dibaca Al-'Ala maka pada rakaat kedua dibaca Al-Ghasyiyah "Hal ataa ka khadiitsul ghaasyiyah". Kalau di rakaat pertama membaca Al-Kafirun "qul yaa ayyuhal kaafirun" maka di rakaat kedua membaca Al-Ikhlas "qul huwallaahu ahad" dan seterusnya sampai selesai.
  10. Kemudian rukuk, i'tidal, sujud, duduk, sujud, kemudian tasyahud akhir dan salam, selesai cara yang kedua dari shalat Idul Fitri. 

Apabila dalam pelaksanaan cara yang kedua ini bapak ibu terlupa membaca tasbih dan takbir, langsung membaca Al-Fatihah, umpamanya begitu takbiratul ihram langsung membaca Al-Fatihah, berarti tertinggal waktu ataupun kehilangan waktu untuk membaca tasbih takbir baik yang 7 maupun yang 5 kali maka lanjutkan Al-Fatihahnya, tidak usah mengulang tasbih dan takbir karena sudah terlanjur masuk Al-Fatihah, lanjutkan Al-Fatihahnya kemudian suratnya. Begitu juga dengan rakaat kedua kalau kelupaan tasbih dan takbirnya langsung masuk ke Al-Fatihah dan kemudian baca surahnya. Tetap sah salatnya walaupun tidak membaca tasbih takbir atau baca hanya pada rakaat pertama, rakaat kedua tidak atau sebaliknya rakaat pertama tidak, rakaat kedua baca, sah-sah saja salatnya. 

Cara Ketiga
Adalah cara yang paling sempurna karena melakukan salat dengen cara kedua tadi ditambah dengan dua khutbah. Dua khutbah ini tentunya hanya disyariatkan buat kaum bapak saja. Apabila kebetulan di rumah ada kaum bapak atau ada anak laki maka apabila berkenan berkhutbah silahkan sampaikan khutbahnya. Apabila hanya ibu-ibu saja di rumah dan yang menjadi imam ibu ataupun wanita maka tidak perlu menyampaikan khutbahnya.

Petunjuk Khutbah

  1. Sebelum memulai khutbah mengucapkan takbir secara bersambungan, "Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar" sampai 9 kali.
  2. Kemudian mengucapkan "Alhamdulillahirabbil'alamin", lalu "Allahumma sholli wa sallim 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad".
  3. Kemudian membaca "ittaqullah atau ushikum wa nafsi bitaqwallahu".
  4. Kemudian membaca salah satu ayat Al-Qur'an yang dihafal, entah itu surat pendek atau satu ayat mana saja yang dihafal. Umpamanya sekedar membaca suraht Al-Kausar "innaa a'thoinaa kal kaustar" itu sudah sah sebagai rukun dalam khutbah yaitu membaca satu ayat dari Al-Qur'an.
  5. Selesai membaca ayat maka boleh disampaikan isi khutbahnya atau sekedar nasehat atau sekedar ungkapan syukur kepada Allah SWT, umpamanya kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita kesehatan, kesempatan buat puasa di bulan Ramadan dan ibadah-ibadah lainnya.
  6. Kemudian disampaikan harapan, disampaikan juga sekedar nasehat buat anggota keluarga.
  7. Kemudian duduk sejenak.
  8. Selesai duduk bangkit lagi untuk khutbah yang kedua dimulai dengan takbir 7 kali "Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar" 7 kali.
  9. Kemudian mengucap lagi "Alhamdulillahirabbil'alamin, Allahumma sholli wa sallim'ala Sayyidina muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad".
  10. Kemudian membaca "ittaqullah atau ushikum wa nafsi bitaqwallahu", yang artinya bertakwalah kepada Allah.
  11. Kemudian membaca satu ayat Al-Qur'an, umpamanya "innallaha wa malaikatahu yusholluna 'alannabi ya ayyuhalladziina amanu shollu 'alaih wa sallimu taslima".
  12. Kemudian setelah itu baru berdoa kepada Allah SWT, minimal "Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu'minina mal mu'minat, al ahyaa'i minhum wal amwat," dan boleh ditambah doa-doa yang lain untuk pribadi, untuk keluarga, untuk kaum muslimin dan sebagainya, terutama doa agar Allah SWT segera hilangkan wabah penyakit yang melanda Indonesia bahkan melanda dunia saat ini.

Itulah sekedar petunjuk dan arahan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri bagi yang ingin melaksanakan salat Idul Fitrinya di rumah masing-masing. Sekian dan terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sudah bayar zakat? Tunaikan di sini.



Nikmati kemudahan informasi terkait program-program Daarul Qur'an melalui email anda