Zakat Sedekah Wakaf
×
Masuk
Daftar
×

Menu

Home Tentang Kami Program Laporan Mitra Kami Kabar Daqu Sedekah Barang

Mulai #CeritaBaik Kamu Sekarang

Rekening Zakat Rekening Sedekah Rekening Wakaf

Alamat

Graha Daarul Qur'an
Kawasan Bisnis CBD Ciledug Blok A3 No.21
Jl. Hos Cokroaminoto
Karang Tengah - Tangerang 15157 List kantor cabang

Bantuan

Call Center : 021 7345 3000
SMS/WA Center : 0817 019 8828
Email Center : layanan@pppa.id

Saat Santri Rumah Tahfidz Ali Obed Bahajaj Belajar Jadi Pengusaha dengan Berjualan Keripik Sukun

16 October 2021   126
Image

Santri zaman now merupakan santri milenial yang selain belajar ilmu agama namun juga belajar meniti masa depan, misalnya menjadi pengusaha sukses. Berkaitan dengan kemandirian santri serta dalam rangka menghadapi revolusi industri 4.0, beberapa pesantren telah mengembangkan pelatihan entrepreneur.

Dikembangkannya  entrepeneur  di berbagai pesantren, antara lain berawal dari pandangan bahwa  pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk menuntut ilmu keagamaan. Akan tetapi, pesantren juga menjadi tempat untuk menggembleng para santri untuk menjadi pribadi yang mandiri.

Harapannya, setelah lulus dari pesantren, para santri tidak hanya religius, tapi juga lebih matang dalam berwirausaha. Sehingga, kemandirian ekonomi akan terwujud.

Berwirausaha di masa pandemi Covid-19 menjadi pilihan yang tepat, namun harus dilakukan secara lebih kreatif dan inovatif. Selain untuk memperkuat ekonomi secara individu, berwirausaha bagi para santri dapat memperkuat ekonomi pesantren secara kolektif.

Seperti yang dilakukan oleh santri-santri Rumah Tahfidz Ali Obed Bahajaj, Sukabumi, Jawa Barat. Para santri diajarkan bagaimana caranya berwirausaha dengan berjualan produk olahan sukun.

Pengasuh Rumah Tahfidz Ali Obed, Ustadz Acep menuturkan pendidikan pesantren menekankan santri untuk berjiwa mandiri, disiplin dan jujur. Hal itu menjadi modal besar untuk menumbuhkan kewirausahaan. Dengan upaya sistematis, diharapkan akan lahir pengusaha-pengusaha sukses dari santri.

Salah satu santri bernama Muhammad Zaki yang juga ikut belajar kewirausahaan berkata bahwa dengan menjajakkan keripik sukun dengan harga 20ribu rupiah perkemasan dapat menghasilkan pendapatan mulai dari 80ribu hingga 200ribu rupiah sekali berkeliling.

Zaki juga mengungkapkan, terkadang ia tidak mendapatkan pembeli sama sekali. “Kalau enggak laku ya sedih, tapi gapapa juga, sambil belajar,” tuturnya.

Akan tetapi, proses tersebut dilakoni Zaki dengan penuh antusias. Sebab, salah satu kunci kesuksesan para pengusaha juga terletak pada ketekunannya. []

Oleh: Nadzar, PPPA Daarul Qur’an Bogor