Dukung Program Sekolah Imam Indonesia
Kebutuhan dana
Rp 500.000.000,-
Terkumpul
1 Donatur
Rp 25.000,-
0.01% - 1644 hari lagi
Laznas PPPA Daarul Quran Pusat
Akun Terverifikasi
Deskripsi Campaign
Cerita Campaign
- Mahir Al-Qur’an : Fasih, tartil, hafal dengan sanad jelas. Bukan hanya baca, tapi hidup dengan Al-Qur’an.
- Kuat Ilmu & Kepemimpinannya : Dibekali fiqih ibadah, muamalah, dakwah kontemporer, public speaking, dan manajemen masjid. Supaya imam bisa menjawab persoalan umat hari ini.
- Berakhlak & Peduli Sosial : Imam bukan hanya di mihrab. Ia turun ke masyarakat, jadi penggerak sedekah, pembinaan pemuda, dan solusi masalah sosial di lingkungannya.Saat ini puluhan santri pilihan dari berbagai daerah sedang dibina. Mereka datang dengan niat besar, tapi keterbatasan biaya bisa menghentikan langkah mereka.
- Mahir Al-Qur’an : Fasih, tartil, hafal dengan sanad jelas. Bukan hanya baca, tapi hidup dengan Al-Qur’an.
- Kuat Ilmu & Kepemimpinannya : Dibekali fiqih ibadah, muamalah, dakwah kontemporer, public speaking, dan manajemen masjid. Supaya imam bisa menjawab persoalan umat hari ini.
- Berakhlak & Peduli Sosial : Imam bukan hanya di mihrab. Ia turun ke masyarakat, jadi penggerak sedekah, pembinaan pemuda, dan solusi masalah sosial di lingkungannya.Saat ini puluhan santri pilihan dari berbagai daerah sedang dibina. Mereka datang dengan niat besar, tapi keterbatasan biaya bisa menghentikan langkah mereka.
Masjid ada di mana-mana. Tapi imam yang mampu jadi pemimpin umat, masih langka.
Indonesia punya lebih dari 800.000 masjid dan musala menurut data Kementerian Agama. Tapi survei lapangan dan laporan MUI di berbagai daerah menunjukkan: banyak masjid besar yang bergiliran memakai imam dari luar, banyak masjid kampung yang shalatnya diimami seadanya, dan banyak pemuda yang fasih baca Qur’an tapi belum dibekali ilmu kepemimpinan, dakwah, dan manajemen umat.
Kesenjangan ini nyata. Hasilnya? Masjid sepi kajian, jamaah minim pembinaan, dan potensi dakwah tidak berkembang. Masjid butuh lebih dari sekadar suara merdu. Masjid butuh imam yang jadi pusat ilmu, akhlak, dan kepedulian.
Karenanya Sekolah Imam Indonesia (SII) lahir menjawab tantangan tersebut. Sebuah program pembinaan untuk para imam yang dinisiasi Laznas PPPA Daarul Qur’an untuk mencetak imam yang:
Indonesia punya lebih dari 800.000 masjid dan musala menurut data Kementerian Agama. Tapi survei lapangan dan laporan MUI di berbagai daerah menunjukkan: banyak masjid besar yang bergiliran memakai imam dari luar, banyak masjid kampung yang shalatnya diimami seadanya, dan banyak pemuda yang fasih baca Qur’an tapi belum dibekali ilmu kepemimpinan, dakwah, dan manajemen umat.
Kesenjangan ini nyata. Hasilnya? Masjid sepi kajian, jamaah minim pembinaan, dan potensi dakwah tidak berkembang. Masjid butuh lebih dari sekadar suara merdu. Masjid butuh imam yang jadi pusat ilmu, akhlak, dan kepedulian.
Karenanya Sekolah Imam Indonesia (SII) lahir menjawab tantangan tersebut. Sebuah program pembinaan untuk para imam yang dinisiasi Laznas PPPA Daarul Qur’an untuk mencetak imam yang:
Masjid ada di mana-mana. Tapi imam yang mampu jadi pemimpin umat, masih langka.
Indonesia punya lebih dari 800.000 masjid dan musala menurut data Kementerian Agama. Tapi survei lapangan dan laporan MUI di berbagai daerah menunjukkan: banyak masjid besar yang bergiliran memakai imam dari luar, banyak masjid kampung yang shalatnya diimami seadanya, dan banyak pemuda yang fasih baca Qur’an tapi belum dibekali ilmu kepemimpinan, dakwah, dan manajemen umat.
Kesenjangan ini nyata. Hasilnya? Masjid sepi kajian, jamaah minim pembinaan, dan potensi dakwah tidak berkembang. Masjid butuh lebih dari sekadar suara merdu. Masjid butuh imam yang jadi pusat ilmu, akhlak, dan kepedulian.
Karenanya Sekolah Imam Indonesia (SII) lahir menjawab tantangan tersebut. Sebuah program pembinaan untuk para imam yang dinisiasi Laznas PPPA Daarul Qur’an untuk mencetak imam yang:
Baca Selengkapnya
Indonesia punya lebih dari 800.000 masjid dan musala menurut data Kementerian Agama. Tapi survei lapangan dan laporan MUI di berbagai daerah menunjukkan: banyak masjid besar yang bergiliran memakai imam dari luar, banyak masjid kampung yang shalatnya diimami seadanya, dan banyak pemuda yang fasih baca Qur’an tapi belum dibekali ilmu kepemimpinan, dakwah, dan manajemen umat.
Kesenjangan ini nyata. Hasilnya? Masjid sepi kajian, jamaah minim pembinaan, dan potensi dakwah tidak berkembang. Masjid butuh lebih dari sekadar suara merdu. Masjid butuh imam yang jadi pusat ilmu, akhlak, dan kepedulian.
Karenanya Sekolah Imam Indonesia (SII) lahir menjawab tantangan tersebut. Sebuah program pembinaan untuk para imam yang dinisiasi Laznas PPPA Daarul Qur’an untuk mencetak imam yang:
Kabar Terbaru
Belum ada kabar terbaru
Riwayat Donasi
Donasi Laznas PPPA Daarul Qur'an
Maulana Kurnia Putra
2 bulan yang laluDonasi Rp 25.000
Doa-doa #OrangBaik
Do'a Donatur Laznas PPPA Daarul Qur'an